Sabtu, 26 Januari 2013

Paradise On Earth



Kata “surga” sepertinya cukup layak disematkan untuk pantai-pantai nan cantik di ujung selatan provinsi Gunung Kidul, Yogyakarta.
Siapa sangka di provinsi yang terkenal dengan kegersangannya itu menyimpan belasan bahkan puluhan pantai dengan pemandangan begitu mempesona.
Ombak yang cukup bersahabat serta pasir putih yang membentang luas begitu memanjakan siapapun yang mengunjungi pantai tersebut.
Hanya saja semua keindahan itu tidak dapat kita nikmati dengan mudah. Jalanan di Gunung Kidul memang berkelok-kelok, banyak tanjakan dan tikungan yang begitu curam disana. Namun semua itu dibayar lunas dengan keindahan pantainya. Nggak usah jauh-jauh ke Bali untuk menikmati pasir putih, karena hampir semua pantai di Gunung Kidul mempunyai pasir putih.

Berbicara mengenai pantai, pada tanggal 20 Januari 2013 kemarin saya dan teman-teman kelas mengadakan touring ke Gunung Kidul. Kami berencana untuk mengunjungi pantai Siung dan pantai Pok Tunggal. Dari kota Jogja kami membutuhkan waktu ±3 jam untuk mencapai tujuan pertama kami Pantai Siung. Waktu yang kami tempuh sangat lama, maklum saja kami sering berenti sejenak di jalan. Selain itu ada moment (tilang) dijalan, jadi ya begitulah hahaha. Mungkin kalo perjalanan lancar dari kota Jogja hanya membutuhkan waktu 2-2,5jam saja.
Untuk masuk ke Pantai Siung kami dipunggut biaya 3000/orang dan 2000 untuk parkir motor. Pantai Siung saat itu sedang tidak begitu ramai, jadi kami bisa leluasa bermain disana. Kami menyewa tikar seharga 10.000 disana, duduk menikmati deburan ombak dan bermain pasir putih bersama-sama. Karena tiba disana pada pukul 11.00, jadi cuaca di pantai begitu panas. Rata-rata dari kami hanya duduk di tikar dibawah pohon yang sejuk, sedangkan beberapa teman pria sedang asyik berenang disana. Di pantai Siung terdapat karang besar di tengah lautan. Sedangkan kanan kiri pantai diapit oleh tebing. Cukup indah memang, hanya saja kami tiba di waktu yang kurang tepat. Matahari sedang duduk di singgasananya, begitu panas. Lepas menikmati suasana pantai, kami makan siang di salah satu rumah makan disana. Di Pantai Siung memang tidak terlalu banyak rumah makan. Soal harga, standar lah ya. Hanya saja, sedikit lebih mahal dari harga rata-rata kalau kita makan di rumah makan di daerah pantai di Bantul (Parangtritis, Depok, Kwaru, dll). Soal rasa sih standar juga, yang jelas sambel uleg nya nampol banget dan sukses membuat teman saya bercucuran keringat hahaha

Setelah puas menikmati keindahan pantai Siung, kami melanjutkan ke destinasi kedua kami yaitu Pantai Pok Tunggal. Ibarat seorang perempuan, pantai Pok Tunggal ini bisa dibilang masih gadis. Belum banyak orang yang mengetahui keberadaannya, pantai “baru” gitu deh. Tapi jangan tanya akses jalan menuju pantai Pok Tunggal. Luarrrrrrrr biasaaaaa menguji adrenalin. Untuk menuju pantai itu kami harus melewati jalan setapak yang belum di aspal. Jalannya begitu licin, ditambah tanahnya yang masih basah akibat guyuran air hujan. Jalan disana hanya berukuranlebar ±1.5 meter. Hanya cukup untuk lewat satu mobil. Tidak hanya jalanan yang licin saja, tetapi jalannya juga naik turun. Terus disamping jalan itu adalah jurang mini. Kenapa saya bilang mini, karena disamping jalan itu ada ladang milik penduduk yang letaknya lebih rendah 5-10meteran. Jadi kalo kita nggak hati-hati, kita bisa jatuh ke dalam jurang mini itu. Dari jalan raya menuju pantai kami membutuhkan waktu ±30menit menuju pantai. Bayangkan saja, selama setengah jam saya diliputi rasa dag dig dug. Udah bener-bener kaya jejak petualang deh.
Tapi rasa lelah itu terbayar lunas oleh pemandangan pantai Pok Tunggal yang sungguh menawan. Air laut yang biru, deburan ombak yang bergulung dengan cantiknya, serta hamparan pasir putih yang nampak bak permadani yang dibentangkan begitu memanjakan mata. Payung-payung pantai nampak rapi berjejer di tepian pantai. Sungguh luar biasa Tuhan menciptakan alam semesta ini.
Kami tiba di pantai Pok Tunggal pukul 3sore, cuacanya sangat cocok untuk bermain air. Tanpa ragu saya dan teman-teman bercumbu dengan ombak pantai Pok Tunggal. Ombak pantai begitu ramah menyambut kedatangan setiap wisatawan. Senaaaaaaang sekali rasanya bermain air bersama teman terkasih. Berteriak melepaskan segala penat di dada. Serta merefresh otak yang akhir-akhir ini bekerja ekstra selama UAS. Setelah lelah bermain air para pria asyik bermain bola, sedangkan para wanitanya memilih duduk di tepi pantai. Ah Indahnyaaaa. Sesekali ombak datang membasuh kaki kami. Pantai ini begitu bersih, tak ada satu pun sampah yang saya lihat. Ya semoga kelak jika sudah banyak yang mengetahui pantai Pok Tunggal, pantai ini masih tampak bersih. Sama seperti saat dimana saya mengunjungi pantai ini. Oh iya untuk masuk ke pantai ini, kami tidak dipungut biaya sepeser pun. Hanya membayar parkir saja, 2000/motor. Sebenarnya saya enggan beranjak dari pantai ini, betah rasanya duduk santai di pantai yang menawarkan keindahan ini. Hanya saja kami harus pulang sebelum sang matahari kembali ke peraduannya. Karena jika kami pulang sedikit larut, jalanan begitu gelap. Tidak ada satu lampu pun di jalan. Hanya lampu motor yang membantu pencahayaan kami.
Pantai Siung dan Pantai Pok Tunggal recomended sekali bagi pembaca yang ingin mengisi hari liburnya ke kota Jogjakarta. Akhir kata, terima kasih Tuhan telah menciptakan semesta dengan segala keindahan-keindahannya. Semoga seluruh umat manusia dapat memegang amanahMu untuk menjaga serta merawatnya. Subhanallah ..












 Pantai Pok Tunggal







Pantai Siung






 

0 komentar:

Posting Komentar