Selasa, 29 Januari 2013

Jomblo Bahagia?? Masa sih??




Istilah jomblo tentu sudah tidak asing di telinga kita, remaja Indonesia. Ya, jomblo adalah istilah lain dari kata single. Lebih tepatnya istilah yang menggambar seseorang yang “belum” mempunyai pasangan. Bagi orang yang sedang tidak punya pacar, mereka sering mengatakan bahwa jombo itu bahagia. Karena bisa melakukan hal yang kita suka, bergaul dengan siapa saja tanpa takut ada pacar yang cemburu dan ngatur-ngatur. Saya sendiri sebagai seorang *ehemm jomblo sebenernya tidak sepenuhnya setuju dengan statement tersebut. Jadi jomblo memang ada enaknya, tapi juga banyak nggak enaknya. Apasih enak nggak enaknya jadi jomblo??
POSITIVE THINGS:
-         -  Jomblo bisa bergaul dengan siapa saja
-         -  Jomblo nggak perlu laporan kalo mau pergi kemana-mana
-        -   Jomblo nggak perlu rajin ngecek hape 
          - Jomblo nggak perlu takut diselingkuhin
-          [yang lain isi sendiri]

NEGATIVE THINGS
-          Jomblo nggak ada yang ngucapin selamat pagi, siang, sore
-          Jomblo nggak ada yang ngajakin malam mingguan
-          Jomblo nggak punya bahu untuk bersandar ketika sedih
-          Jomblo suka iri kalo liat orang pacaran
-          Jomblo suka kesel liat temennya sibuk sama pacarnya
-          Jomblo sering merasa kesepian
-          Jomblo nggak ada ngingetin makan
-          Jomblo nggak ada yang bayarin makan
-          Jomblo nggak ada yang ngajakin lunch, dinner
-          Jomblo nggak ada yang nggombalin
-          Jomblo nggak punya tangan yang bisa dipegang ketika nonton bioskop
-          [yang lain isi sendiri]

Kok banyak nggak enaknya ya? Hahahaha
Buat para jomblo-ers nggak usah pada munafik, pasti kalian juga merasakan point-point yang saya tulis diatas. Sebagai manusia normal, kita tentu ingin punya pendamping, entah itu pacar atau suami. Karena pada hakikatnya, manusia diciptakan Tuhan berpasangan-pasangan. Tentu sebagai seorang jomblo, saya juga ingin memiliki pacar ideal. Pernah sih satu dua kali menjalin hubungan special. Tapi hubungan itu tidak berjalan dengan lancar *malahcurhat hahaha.

Tapi menjadi seorang jomblo buka berarti mereka kurang kasih sayang. Karena pada dasarnya, kasih sayang dan perhatian itu tidak hanya bisa didapatkan dari seorang pacar. Namun, perhatian dan kasih sayang dari orang terdekat juga sangat berarti. Tapi tetep aja, pengen punya pacar yang ideal. Yang pengertian, yang jujur, yang mau menerima kita apa adanya, dan lain-lain.

Kalo saya pribadi, saya bukan tipe orang yang memasang banyak kriteria untuk calon pendamping saya. Karena saya yakin kalo kita baik, Tuhan bakal ngasih jodoh yang terbaik pula untuk kita. Jadi, lebih baik kita berkaca dahuli. Namun, tentu saya dan tentunya semua jomblo punya tipe pria idaman. Kalo saya sih, saya ingin mendapatkan jodoh yang takut akan Tuhan. Kenapa? Karena kalo dia takut sama Tuhan, dia akan berpikir dua kali sebelum melakukan suatu hal. Takut akan Tuhan yang maksud bukan yang takut seperti takut sama setan lho ya, tetapi lebih ke takut bahwa Tuhan itu Maha Mengetahui. Jadi saya yakin kalo orang yang takut akan Tuhan itu dia selalu melibatkan Tuhan dalam apapun yang akan ia lakukan. Semoga kelak saya mendapatkan jodoh impian saya itu *aminnnnn

So, kesimpulan dari tulisan ini adalah. Menjadi jomblo itu ada enaknya ada enggaknya. Dan menjadi jomblo itu tidak sebahagia yang dibayangkan, nggak mungkin juga kan kita mau jadi  jomblo seumur hidup. Dan, untuk siapapun anda yang membaca tulisan saya ini, semoga anda semua juga akan mendapatkan jodoh sesuai yang anda inginkan masing-masing ya :)

#salamjomblo

0 komentar:

Posting Komentar