Kamis, 31 Oktober 2013

Vita Marissa, Legenda Hidup Bulutangkis Indonesia



Vita Marissa..
Nama tersebut tentu sudah tak asing bagi para pecinta bulutangkis tanah air. Kiprah Vita Marissa dalam perbulutangkisan tanah air tentu sudah diketahui oleh khalayak ramai. Atlet senior Indonesia spesialis nomor ganda ini, lahir di Jakarta pada tanggal 04 Januari 1981. Vita Marissa mulai menggemari bulutangkis di usia 6 tahun, hal itu yang membuat sang ayah Aris Harsono mulai melihat bakat yang tumbuh dalam diri putri bungsunya. Hingga akhirnya ketika umur 8 tahun, sang ayah memasukkan Vita kecil ke salah satu klub bulutangkis di Jakarta. Sempat berpindah-pindah klub, pada tahun 1993 atau di usianya yang menginjak 12 tahun, ia bergabung di PB. Tangkas. Menunjukkan progress yang baik, pada tahun 1996 pun Vita Marissa resmi bergabung menjadi atlet binaan Pelatnas Cipayung.
Vita Marissa sempat bergonta ganti pasangan, tercatat beberapa nama besar pernah menjadi partnernya di lapangan. Dan pada tahun 2001, bersama Deyana Lomban, Vita mampu berdiri di podium teratas Indonesia Open. Selain itu Vita Marissa juga pernah berpasangan dengan mantan Juara Dunia Ganda Campuran 2005 dan 2007, Nova Widianto. Bersama Nova, Vita mampu menduduki peringkat 5 besar BWF. Namun, bukan manusia namanya kalau tidak pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Vita Marissa sempat mengalami cedera bahu yang cukup parah di tahun 2004, hal tersebut membuat performanya tak sempurna. Di Olimpiade Athena 2004 yang ia ikuti bersama Nova, langkah mereka terhenti di babak perempat final. Cederanya tersebut memaksa Vita untuk melakukan operasi dan harus rehat sejenak dalam dunia bulutangkis. Ia juga harus menerima nasib, kalau ia harus diceraikan dengan partnernya saat itu Nova Widianto. Bercerai dari Vita Marissa, Nova Widianto pun kemudian dipasangkan dengan Liliyana Natsir.
Pulih dari cedera, semangat Vita Marissa begitu membara. Ia pun kemudian dipasangkan dengan Flandy Limpele. Bersama Flandy, Vita mampu menorehkan prestasi gemilang, diantaranya: Juara Japan Open 2006, Juara Indonesia Open 2007, Juara Singapura Open 2007, Juara Prancis Open 2007, Juara Taiwan Open 2007, Juara SEA Games 2007, Juara Asia 2008, Juara India Open 2009. Vita dan Flandy juga menjadi semifinalis di ajang bergengsi Olimpiade Beijing 2008.
Selain itu, Vita Marissa juga pernah dipasangkan dengan Liliyana Natsir. Kedua bahkan pernah menyabet medali emas di ajang China Master 2007, setelah berhasil menumbangkan pemain negeri tirai bambu yang berlaku sebagai tuan rumah. Vita dan Butet, panggilan akrab Liliyana juga tampil begitu mempesona diajang Uber Cup 2008 yang di gelar di Indonesia. Keduanya mampu mengantar tim putri tanah air melaju ke babak final, meskipun pada akhirnya mereka harus puas menyandang gelar runner up setelah tak mampu membendung perlawanan tim negeri tirai bambu yang begitu luar biasa. Tak lama setelah itu, Vita dan Liliyana juga mampu mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di ajang Indonesia Open Super Series 2008, setelah di babak final mampu mengalahkan pasangan dari Jepang. Selain nama-nama tersebut, Vita juga tercatat pernah berpasangan dengan Devin Lahardi, Nadya Melati, Mona Santoso, Greysia Polii, Hendra Aprida Gunawan, Muhammad Rijal, dll.
Tahun ini, Vita Marissa genap berumur 32 tahun. Usia yang bisa dibilang tak lagi muda. Namun semangat dan motivasinya sungguh luar biasa. Meskipun banyak atlet seusianya yang memilih gantung raket, Vita Marissa masih berkontribusi untuk olahraga yang telah melambungkan namanya. Vita kini masih eksis di dunia perbulutangkisan, bahkan ia bermain rangkap di sektor ganda putri dan ganda campuran. Di sektor ganda putra, Vita kini berpasangan dengan Praveen Jordan. Sedangkan di sektor ganda putri, Vita kini berpasangan dengan atlet asal Kota Malang, Variella Aprilsasi Putri Lejarsari. Bermain dengan pemain muda, tentu bukan hal yang mudah baginya. Sebagai senior, Vita harus berperan ganda. Tak hanya sebagai pasangan di lapangan, Vita juga harus berperan sebagai teman baik di dalam dan di luar lapangan bagi partnernya, Vita juga terkadang harus mampu menjadi mentor yang memberikan arahan-arahkan bagi juniornya. Meskipun demikian Vita tak lantas bersikap bak diktator. Ia berusaha agar partnernya tak “takut” dengan nama besarnya. Karena kalau tidak ada kedekatan serta chemistry diantara kedua, tentu mereka tak dapat bermain dengan nyaman.
Pada tahun ini pun Vita berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan pasangan “muda” nya tersebut. Bersama Lala, sapaan akrab Variella Aprilsasi, mereka mampu menjadi juara di ajang Australia Open Grand Prix 2013. Sedangkan bersama Jordan, Vita mampu mempersembahkan 3 gelar di tahun ini, yaitu dia ajang New Zealand Grand Prix 2013, Malaysia Open Grand Prix 2013 serta yang terakhir Vita dan Jordan berhasil menjadi juara di ajang Indonesia Grand Prix Gold 2013 yang digelar di kota Yogyakarta akhir bulan lalu, setelah di final berhasil mengalahkan Juara Dunia 2013 sekaligus mantan partnernya Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad.
Kebetulan saat itu saya turut menyaksikan ajang Indonesia Grand Prix Gold 2013, dan itu merupakan kali pertama saya bertemu dengan seorang Vita Marissa. Dengan nama besar yang disandangnya, ternyata tak lantas membuat Vita Marissa menjadi pemain yang sombong. Vita bahkan begitu ramahnya bersedia melayani permintaan para fans untuk berfoto dan tanda tangan. Dan saya merupakan salah satu orang yang beruntung befoto dengan pebulutangkis senior tanah air. Vita bak sosok pahlawan masa kini dengan segala kerendahan hati. Belasan tahun ia berkiprah di dunia bulutangkis, dan belasan tahun pula jutaan peluh keringat berjatuhan kala ia berusaha mengharumkan nama negara dengan prestasinya dalam olah raga tepok bulu angsa. Sebagian besar hidupnya ia tuangkan untuk bulutangkis. Ya, Vita Marissa hidup untuk bulutangkis. Torehan prestasinya membuat kita dan saya khususnya merasa bangga. Bangga rasanya negeri ini memiliki sosok pahlawan olahraga yang begitu bersahaja. Dengan semua prestasi yang di ukirnya, Vita Marissa memang layak di sebut “Legenda Hidup Bulutangkis Indonesia”.
Terima kasih atas segala kontribusimu untuk bulutangkis Indonesia, Ci Vita. Sukses untuk kariermu bersama pasanganmu kini. Janganlah lelah berjuang demi nama baik bangsa, dan saya yakin namamu terukir indah di relung hati para pecinta bulutangkis Indonesia.
Salam raket! Dan terus cintai bulutangkis Indonesia!
Referensi: antaranews, bulutangkis.com, djarumbadminton.com, badmintonindonesia.org

0 komentar:

Posting Komentar