Kamis, 31 Oktober 2013

Mengenal Sosok Muhammad Bayu Bangisthu



Penyelenggaraan Indonesia Grand Prix Gold 2013 kemarin begitu membekas di hati saya. Pasalnya setelah sekian lama menggemari olah raga tepok bulu angsa itu, saya baru berkesempatan menonton pertandingan bulutangkis level Internasional pada saat Indonesia Grand Prix Gold 2013. Senang rasanya ketika melihat para atlet yang tadinya hanya dapat saya lihat melalui lacar kaca dapat kita lihat secara langsung. Dan, kala itu mata saya tertuju pada seorang pemain muda berparas tampan bernama Muhammad Bayu Pangisthu.
Jujur, inilah kali pertama saya melihat sosok Bayu secara langsung. Dengan skill yang memadai,wajah rupawan dan postur tubuh yang tinggi membuat siapapun wanita mudah jatuh hati padanya. Ya, parasnya yang menyerupai bintang Korea mampu membius hati para Badminton Lovers Indonesia. Hal itu pula yang membuat saya penasaran akan sosok seorang M. Bayu Pangisthu. Hingga proses pengintaian itu saya dan teman saya lakukan. Hingga akhirnya, saya berhasil mewawancarai singkat kakak Bayu, bernama Rury Octari Dinata melalui social media bertajuk LINE.
Muhamaad Bayu Pangisthu lahir di Medan, 24 Februari 1996. Menurut Rury Octari, keluarga mereka tidak ada latar belakang bulutangkis. Ketika ayahnya ditugaskan ke kota Jogja, Bayu yang saat itu masih duduk di TK sudah mulai mengenal bulutangkis. Kala itu bayu sudah mencoba-coba memegang raket. Namun Bayu belum berencana menekuni olahraga bulutangkis karena ia masih senang bermain sepak bola. Lalu ketika pindah lagi ke Medan, saat itu Bayu duduk di kelas 3 SD. Dan di sekolahnya sedang gencar-gencarnya diterapkan sistem ekstrakulikuler. Nah, dari situ Bayu memilih untuk masuk ekskul bulutangkis di sekolah. Dari situlah bakat Bayu mulai tampak. Guru olahraganya berkata pada orangtua Bayu kalau Bayu memang punya bakat bulutangkis. Menurut sang kakak, Bayu kecil diajak gurunya mengikuti lomba bulutangkis antar sekolah dan hasilnya sangat menggembirakan. Ya, Bayu memenangkan pertandingan itu sampai akhirnya ia direkomendasikan untuk mengikuti latian rutin bulutangkis.Lama menjalani latian privat, Bayu pun akhirnya masuk ke salah satu klub bulutangkis di Medan.
Lalu, pada tahun 2009 Djarum mengadakan seleksi beasiswa bulutangkis. Dengan tekadnya yang sudah kuat, Bayu mengikuti seleksi itu dan setelah melalui beberapa tahap seleksi akhirnya ia lolos dan resmi menjadi atlet binaan PB. Djarum di Kudus. Sang kakak menambahkan dari dulu Bayu memang sudah mempunyai cita-cita dan mimpi. Setiap kali pulang latihan atau ketika ingin berangkat latihan, waktu mandi dia selalu bernyanyi dengan lirik “djarum rumahku….pelatnas tujuanku…”. Lirik yang sering ia nyanyikan itu ternyata berbuah manis, kurang lebih setahun yang lalu Bayu resmi menjadi atlet yang mendiami Pelatnas Cipayung. Nah, buat adek-adek junior, boleh tuh meniru cara kak Bayu. Menyanyikan mimpi dan cita-citanya, siapa tau mimpi yang dinyanyikan bisa terwujud.
Setelah membicarkan sepenggal perjalanan karier Bayu, saatnya kita mengenal pribadi Bayu lebih dekat. Menurut sang kakak, Bayu itu sosok anak yang jail dan usil sekali. Kakaknya menambahkan kalau tidak wajar rasanya kalau tidak ada suara jeritan, disaat Bayu berada dirumah. Tetapi sekarang Bayu sudah tumbuh menjadi anak yang mandiri, secara pemikiran dia lebih dewasa. Berbeda dengan dulu, Bayu kecil merupakan sosok yang manja, makan saja harus disuapin dan apa-apa harus disedian ibu. Selain itu Bayu itu orangnya royal, tidak pandang bulu siapa saja yang datang kerumah pasti dibeliin makanan. Lalu, setiap pergi kemana saja, Bayu selalu membawa buah tangan. Anak kedua dari 3 bersaudara ini juga merupakan sosok yang begitu dekat dengan keluarga. Meskipun setelah memutuskan masuk ke PB. Djarum dan masuk Pelatnas intensitas bertemu dengan keluarganya tentu berkurang. Namun ia terus menjalin komunikasi dengan keluarganya
Selain bulutangkis, Bayu ternyata juga memiliki hobby lain. Beberapa diantaranya adalah futsal, sepak bola, main playstation, dan nyanyi di kamar mandi. Kalau urusan makanan, Bayu memiliki banyak sekali makanan favorit seperti nasi padang, ikan sambel, dendeng balado, rendang, sate kerang, kerang rebus, sayur asem dan sate padang. Wah, banyak sekali makanan favoritnyaaaa…
Mengenai status, kata sang kakak saat ini Bayu masih jomblo. Namun keluarganya malah mendukung status jomblonya Bayu, keluarga beranggapan dengan statusnya yang jomblo, Bayu jadi lebih bisa fokus sama karier bulutangkisnya. Nah, buat yang mau daftar jadi pacarnya Bayu, sabar yah. Biarkan Bayu fokus mengejar cita-citanya dulu.
Demikian, sepenggal kisah mengenai Muhammad Bayu Pangisthu. Semoga menambah wawasan anda mengenai sosoknya. Doakan saja, semoga karier Bayu kian cemerlang. Dan dapat mengekor prestasi seniornya, Taufik Hidayat. Sukses selalu Bayu, masa depanmu masih panjang. Terus berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia ya!
Note: Big thanks to Kak Rury Octari Dinata atas waktunya.

0 komentar:

Posting Komentar