Selasa, 29 Januari 2013

Tafsir Mimpi



Semua orang pernah bermimpi, bukan?

Ya, banyak orang berkata bahwa mimpi adalah bunga tidur. Dalam mimpi kita bisa merasakan hal yang belum pernah kita rasakan di dunia nyata, bahkan yang terkesan mustahil di dunia nyata. Saya contohnya, saya sering mimpi bertemu dengan idola saya bahkan dalam mimpi saya itu idola saya berperan sebagai pacar saya hahahaha. Saya juga pernah bermimpi menjadi seorang yang sukses dan mempunyai anak yang lucu-lucu. Pernah juga bermimpi berada di sebuah tempat yang indah, dengan bebungaan berwarna-warni, dan sebagainya.

Terkadang mimpi itu membawa kebahagiaan, tapi tidak selamanya kita mimpi indah. Sepertinya hampir semua orang pernah merasakan yang namanya “mimpi buruk”. Seperti bermimpi dikejar anjing, dikejar kuda, melihat setan, melihat tsunami, kebanjiran, kebakaran, menikah, dan yang paling mengerikan mimpi gigi tanggal.

Beberapa arti mimpi yang sering saya dengar adalah mimpi dikejar anjing itu biasanya peringatan kalo kita akan mendapatkan musibah berupa penyakit, kalo mimpi kebakaran itu katanya pertanda baik, kalo mimpi gigi tanggal itu biasanya akan ada sanak family yang meninggal. Ah entahlah ..
Dewasa banyak dijual yang namanya Buku Tafsir Mimpi, banyak juga website tentang tafsir mimpi. Menurut artikel yang pernah saya baca mimpi itu terbagi menjadi 3.:

1.       Peringatan dari Tuhan
2.       Ulah setan yang ingin membuat hidup kita tak tentram
3.       Mimpi yang berawal dari khayalan atau imajinasi. Misalnya saking inginnya terhadap sesuatu tapi tidak kunjung di dapatkan sampe kebawa dalam mimpi.

Saya sendiri merupakan orang yang masih sedikit percaya mengenai tafsir mimpi. Percaya atau tidak banyak mimpi saya yang mempunyai arti. Entah karena sugesti atau bagaimana saya juga tidak tahu, tapi ya ada juga mimpi saya yang tak berarti atau mimpi kosong. Sekedar berbagi pengalaman saya pernah mimpi gigi saya tanggal, bahkan dua hari berturut-turut. Ketika bangun dari tidur saya langsung menulis tweet “bad dream”. Karena perasaan tidak enak masih saja menyelimuti hati, saya pun kembali menulis tweet “semoga mimpi itu tidak hanya bunga tidur belaka” begitulah kira-kita tweet saya setahun yang lalu. Dan, percaya atau tidak ±pukul 14.00 ibu mendapat telepon dari tante saya bahwa tante saya yang satunya meninggal. Rasanya langsung “deg”. Ternyata mimpi buruk dan perasaan tidak enak itu mendapat jawaban. Bukan bermaksud musyrik, tapi sering kali mimpi saya itu terbukti.

Eh ada juga yang bilang kalo misalnya kita mimpi buruk, jangan pernah menceritakan mimpi buruk itu kepada orang lain karena takutnya bakal kejadian. Tapi kalo saya selalu menceritakan mimpi saya kepada ibu saya. Karena ibu saya adalah penafsir mimpi yang handal hahaha.

Tapi sebaiknya agar kita tidak mimpi buruk, jangan lupa berdoa sebelum tidur. Ibu saya selalu mengajarkan kepada saya untuk membaca ayat kursi, al-fatihah, an-nas, al-ikhlas, al-falaq, serta doa sebelum tidur ketika kita akan memejamkan mata. Doa itu bagi saya ampuh untuk mengusir mimpi buruk, selain itu kalo misalnya mata kita tak kunjung terpejam daripada pusing ngitungin domba mending baca doa itu deh.
Sekian tulisan saya mengenai mimpi, sebelum suasana berubah menjadi horor saya pamit undur diri. Selamat membaca! :)

Jomblo Bahagia?? Masa sih??




Istilah jomblo tentu sudah tidak asing di telinga kita, remaja Indonesia. Ya, jomblo adalah istilah lain dari kata single. Lebih tepatnya istilah yang menggambar seseorang yang “belum” mempunyai pasangan. Bagi orang yang sedang tidak punya pacar, mereka sering mengatakan bahwa jombo itu bahagia. Karena bisa melakukan hal yang kita suka, bergaul dengan siapa saja tanpa takut ada pacar yang cemburu dan ngatur-ngatur. Saya sendiri sebagai seorang *ehemm jomblo sebenernya tidak sepenuhnya setuju dengan statement tersebut. Jadi jomblo memang ada enaknya, tapi juga banyak nggak enaknya. Apasih enak nggak enaknya jadi jomblo??
POSITIVE THINGS:
-         -  Jomblo bisa bergaul dengan siapa saja
-         -  Jomblo nggak perlu laporan kalo mau pergi kemana-mana
-        -   Jomblo nggak perlu rajin ngecek hape 
          - Jomblo nggak perlu takut diselingkuhin
-          [yang lain isi sendiri]

NEGATIVE THINGS
-          Jomblo nggak ada yang ngucapin selamat pagi, siang, sore
-          Jomblo nggak ada yang ngajakin malam mingguan
-          Jomblo nggak punya bahu untuk bersandar ketika sedih
-          Jomblo suka iri kalo liat orang pacaran
-          Jomblo suka kesel liat temennya sibuk sama pacarnya
-          Jomblo sering merasa kesepian
-          Jomblo nggak ada ngingetin makan
-          Jomblo nggak ada yang bayarin makan
-          Jomblo nggak ada yang ngajakin lunch, dinner
-          Jomblo nggak ada yang nggombalin
-          Jomblo nggak punya tangan yang bisa dipegang ketika nonton bioskop
-          [yang lain isi sendiri]

Kok banyak nggak enaknya ya? Hahahaha
Buat para jomblo-ers nggak usah pada munafik, pasti kalian juga merasakan point-point yang saya tulis diatas. Sebagai manusia normal, kita tentu ingin punya pendamping, entah itu pacar atau suami. Karena pada hakikatnya, manusia diciptakan Tuhan berpasangan-pasangan. Tentu sebagai seorang jomblo, saya juga ingin memiliki pacar ideal. Pernah sih satu dua kali menjalin hubungan special. Tapi hubungan itu tidak berjalan dengan lancar *malahcurhat hahaha.

Tapi menjadi seorang jomblo buka berarti mereka kurang kasih sayang. Karena pada dasarnya, kasih sayang dan perhatian itu tidak hanya bisa didapatkan dari seorang pacar. Namun, perhatian dan kasih sayang dari orang terdekat juga sangat berarti. Tapi tetep aja, pengen punya pacar yang ideal. Yang pengertian, yang jujur, yang mau menerima kita apa adanya, dan lain-lain.

Kalo saya pribadi, saya bukan tipe orang yang memasang banyak kriteria untuk calon pendamping saya. Karena saya yakin kalo kita baik, Tuhan bakal ngasih jodoh yang terbaik pula untuk kita. Jadi, lebih baik kita berkaca dahuli. Namun, tentu saya dan tentunya semua jomblo punya tipe pria idaman. Kalo saya sih, saya ingin mendapatkan jodoh yang takut akan Tuhan. Kenapa? Karena kalo dia takut sama Tuhan, dia akan berpikir dua kali sebelum melakukan suatu hal. Takut akan Tuhan yang maksud bukan yang takut seperti takut sama setan lho ya, tetapi lebih ke takut bahwa Tuhan itu Maha Mengetahui. Jadi saya yakin kalo orang yang takut akan Tuhan itu dia selalu melibatkan Tuhan dalam apapun yang akan ia lakukan. Semoga kelak saya mendapatkan jodoh impian saya itu *aminnnnn

So, kesimpulan dari tulisan ini adalah. Menjadi jomblo itu ada enaknya ada enggaknya. Dan menjadi jomblo itu tidak sebahagia yang dibayangkan, nggak mungkin juga kan kita mau jadi  jomblo seumur hidup. Dan, untuk siapapun anda yang membaca tulisan saya ini, semoga anda semua juga akan mendapatkan jodoh sesuai yang anda inginkan masing-masing ya :)

#salamjomblo

Sabtu, 26 Januari 2013

Paradise On Earth



Kata “surga” sepertinya cukup layak disematkan untuk pantai-pantai nan cantik di ujung selatan provinsi Gunung Kidul, Yogyakarta.
Siapa sangka di provinsi yang terkenal dengan kegersangannya itu menyimpan belasan bahkan puluhan pantai dengan pemandangan begitu mempesona.
Ombak yang cukup bersahabat serta pasir putih yang membentang luas begitu memanjakan siapapun yang mengunjungi pantai tersebut.
Hanya saja semua keindahan itu tidak dapat kita nikmati dengan mudah. Jalanan di Gunung Kidul memang berkelok-kelok, banyak tanjakan dan tikungan yang begitu curam disana. Namun semua itu dibayar lunas dengan keindahan pantainya. Nggak usah jauh-jauh ke Bali untuk menikmati pasir putih, karena hampir semua pantai di Gunung Kidul mempunyai pasir putih.

Berbicara mengenai pantai, pada tanggal 20 Januari 2013 kemarin saya dan teman-teman kelas mengadakan touring ke Gunung Kidul. Kami berencana untuk mengunjungi pantai Siung dan pantai Pok Tunggal. Dari kota Jogja kami membutuhkan waktu ±3 jam untuk mencapai tujuan pertama kami Pantai Siung. Waktu yang kami tempuh sangat lama, maklum saja kami sering berenti sejenak di jalan. Selain itu ada moment (tilang) dijalan, jadi ya begitulah hahaha. Mungkin kalo perjalanan lancar dari kota Jogja hanya membutuhkan waktu 2-2,5jam saja.
Untuk masuk ke Pantai Siung kami dipunggut biaya 3000/orang dan 2000 untuk parkir motor. Pantai Siung saat itu sedang tidak begitu ramai, jadi kami bisa leluasa bermain disana. Kami menyewa tikar seharga 10.000 disana, duduk menikmati deburan ombak dan bermain pasir putih bersama-sama. Karena tiba disana pada pukul 11.00, jadi cuaca di pantai begitu panas. Rata-rata dari kami hanya duduk di tikar dibawah pohon yang sejuk, sedangkan beberapa teman pria sedang asyik berenang disana. Di pantai Siung terdapat karang besar di tengah lautan. Sedangkan kanan kiri pantai diapit oleh tebing. Cukup indah memang, hanya saja kami tiba di waktu yang kurang tepat. Matahari sedang duduk di singgasananya, begitu panas. Lepas menikmati suasana pantai, kami makan siang di salah satu rumah makan disana. Di Pantai Siung memang tidak terlalu banyak rumah makan. Soal harga, standar lah ya. Hanya saja, sedikit lebih mahal dari harga rata-rata kalau kita makan di rumah makan di daerah pantai di Bantul (Parangtritis, Depok, Kwaru, dll). Soal rasa sih standar juga, yang jelas sambel uleg nya nampol banget dan sukses membuat teman saya bercucuran keringat hahaha

Setelah puas menikmati keindahan pantai Siung, kami melanjutkan ke destinasi kedua kami yaitu Pantai Pok Tunggal. Ibarat seorang perempuan, pantai Pok Tunggal ini bisa dibilang masih gadis. Belum banyak orang yang mengetahui keberadaannya, pantai “baru” gitu deh. Tapi jangan tanya akses jalan menuju pantai Pok Tunggal. Luarrrrrrrr biasaaaaa menguji adrenalin. Untuk menuju pantai itu kami harus melewati jalan setapak yang belum di aspal. Jalannya begitu licin, ditambah tanahnya yang masih basah akibat guyuran air hujan. Jalan disana hanya berukuranlebar ±1.5 meter. Hanya cukup untuk lewat satu mobil. Tidak hanya jalanan yang licin saja, tetapi jalannya juga naik turun. Terus disamping jalan itu adalah jurang mini. Kenapa saya bilang mini, karena disamping jalan itu ada ladang milik penduduk yang letaknya lebih rendah 5-10meteran. Jadi kalo kita nggak hati-hati, kita bisa jatuh ke dalam jurang mini itu. Dari jalan raya menuju pantai kami membutuhkan waktu ±30menit menuju pantai. Bayangkan saja, selama setengah jam saya diliputi rasa dag dig dug. Udah bener-bener kaya jejak petualang deh.
Tapi rasa lelah itu terbayar lunas oleh pemandangan pantai Pok Tunggal yang sungguh menawan. Air laut yang biru, deburan ombak yang bergulung dengan cantiknya, serta hamparan pasir putih yang nampak bak permadani yang dibentangkan begitu memanjakan mata. Payung-payung pantai nampak rapi berjejer di tepian pantai. Sungguh luar biasa Tuhan menciptakan alam semesta ini.
Kami tiba di pantai Pok Tunggal pukul 3sore, cuacanya sangat cocok untuk bermain air. Tanpa ragu saya dan teman-teman bercumbu dengan ombak pantai Pok Tunggal. Ombak pantai begitu ramah menyambut kedatangan setiap wisatawan. Senaaaaaaang sekali rasanya bermain air bersama teman terkasih. Berteriak melepaskan segala penat di dada. Serta merefresh otak yang akhir-akhir ini bekerja ekstra selama UAS. Setelah lelah bermain air para pria asyik bermain bola, sedangkan para wanitanya memilih duduk di tepi pantai. Ah Indahnyaaaa. Sesekali ombak datang membasuh kaki kami. Pantai ini begitu bersih, tak ada satu pun sampah yang saya lihat. Ya semoga kelak jika sudah banyak yang mengetahui pantai Pok Tunggal, pantai ini masih tampak bersih. Sama seperti saat dimana saya mengunjungi pantai ini. Oh iya untuk masuk ke pantai ini, kami tidak dipungut biaya sepeser pun. Hanya membayar parkir saja, 2000/motor. Sebenarnya saya enggan beranjak dari pantai ini, betah rasanya duduk santai di pantai yang menawarkan keindahan ini. Hanya saja kami harus pulang sebelum sang matahari kembali ke peraduannya. Karena jika kami pulang sedikit larut, jalanan begitu gelap. Tidak ada satu lampu pun di jalan. Hanya lampu motor yang membantu pencahayaan kami.
Pantai Siung dan Pantai Pok Tunggal recomended sekali bagi pembaca yang ingin mengisi hari liburnya ke kota Jogjakarta. Akhir kata, terima kasih Tuhan telah menciptakan semesta dengan segala keindahan-keindahannya. Semoga seluruh umat manusia dapat memegang amanahMu untuk menjaga serta merawatnya. Subhanallah ..












 Pantai Pok Tunggal







Pantai Siung






 

Kamis, 13 Desember 2012

Foto Eksklusif Choa Sansan

Hai di siang yang cerah ini, saya ingin membagikan foto dari vokalis idola saya.
Semoga dengan foto ini siang hari anda semua menjadi lebih cerah hahaha
Foto ini diambil taun lalu, di Jogjakarta.























Thanks To:
- Antonia Christy
- Dorks Jogjakarta
This entry was posted in